Nawang's Journal

Jumat, 26 Februari 2021

Sisi Positif Pembelajaran Jarak Jauh yang Mungkin Tidak Kamu Sadari Selama Ini
Februari 26, 20210 Comments
Name: Nawangsih
Student ID: A1B218071
Entrepreneurship Project in Creative Writing


Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, membuat pemerintah di berbagai negara mengambil keputusan untuk menerapkan kebijakan new normal yang mana mengharuskan kita meminimalisir kegiatan di luar rumah dan memperbanyak melakukan pekerjaan dari rumah sebagai gantinya. Jelas dirasakan bahwa adanya pandemi ini sangatlah menghambat kita melakukan aktivitas seperti biasanya. Diikuti juga imbauan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) yang menutup sekolah maupun kampus guna mengurangi penyebaran virus lebih lanjut. Walau demikian setiap siswa tetap memiliki hak untuk belajar, untuk itu solusi tepat yang ditawarkan pemerintah adalah belajar secara daring yang dilakukan dirumah. Meski butuh banyak penyesuaian, perlu diketahui bahwa belajar daring terdapat sisi positif untuk guru maupun siswa.


Sisi positif yang terasa perbedaannya jika dibandingkan dengan belajar tatap muka di sekolah adalah pembelajaran daring lebih fleksibel. Fleksibel dalam konteks ini dapat diartikan dengan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Umumnya, proses belajar dan mengajar tidak lengkap rasanya jika tidak berada di lingkungan yang memang diperuntukkan untuk melaksanakan pendidikan seperti sekolah, tempat les maupun kampus. Namun, karena proses pembelajaran dialihkan menjadi daring, tempat dilaksanakannya pun menjadi lebih bervariatif pula. Selain itu, waktu proses belajar dan mengajar dapat disesuaikan tergantung kesepakatan bersama walaupun sebelumnya telah ada jadwal yang ditentukan. Hal ini berarti proses belajar mengajar dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.


Pembelajaran secara daring berarti secara tidak langsung menekankan setiap pihak untuk  mengeksplorasi teknologi. Dewasa ini, teknologi menyediakan cakupan yang luas untuk kebebasan belajar mandiri sehingga memudahkan kita menemukan, mengolah, dan menyediakan informasi yang tidak hanya berguna untuk diri sendiri namun juga kepada khalayak umum. Dengan kita mendalami teknologi, wawasan dan kemampuan kita mengaplikasikan teknologi akan berkembang sehingga kita menjadi mengetahui dan memahami pentingnya peranan teknologi. Hal inilah yang menjadi sisi positifnya. Setiap saat kita akan belajar hal baru yang didapat dari usaha mengeksplorasi teknologi seperti kemampuan mengoperasikan mobile learning dan aplikasi perangkat lunak serta menguasai literasi teknologi.


Dengan adanya kebijakan belajar daring, kita mendapatkan kesempatan untuk memutuskan lingkungan belajar yang nyaman bagi kita sendiri. Kesempatan ini menjadi sisi positif lain dari pembelajaran daring. Setiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda terkait kenyamanan belajar. Beberapa siswa lebih nyaman belajar di lingkungan yang tenang namun sebagian lainnya lebih nyaman belajar di lingkungan yang ramai. Untuk itu, kesempatan memutuskan lingkungan belajar ini sangat cocok agar siswa mendapatkan kenyamanan belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Tidak ada paksaan ataupun larangan. Selagi siswa mematuhi kesepakatan pembelajaran daring yang telah ditetapkan, kebebasan lingkungan belajar tidak akan menjadi perdebatan antara guru dan siswa.


Sisi positif lainnya adalah menghemat biaya pengeluaran. Beberapa sekolah dan kampus menetapkan siswa untuk belajar dirumah sehingga mereka tidak akan mengeluarkan biaya sebanyak belajar di lingkungan sekolah dan kampus. Hal ini dikarenakan mereka tidak membutuhkan jasa transportasi, biaya makan ataupun jajan di kantin, bahkan kebutuhan perlengkapan sekolah seperti sekolah normal. Walau dibeberapa waktu akan memungkinkan siswa untuk mengeluarkan uang seperti membeli kuota internet. Untuk itu agar menghindari biaya pengeluaran yang berlebihan, pemerintah memberikan bantuan kuota internet secara berkala setiap satu bulan sekali.


Kebijakan new normal memang terasa memberatkan karena menghambat beberapa aktivitas yang biasa kita lakukan sebelum pandemi termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus. Dikarenakan sekolah dan kampus ditutup, pembelajaran tatap muka diganti menjadi pembelajaran secara daring. Meski butuh penyesuaian antara guru dan siswa, namun diberlakukannya pembelajaran daring juga membawa sisi positif seperti fleksibel tempat dan waktu, meningkatkan usaha mengeksplorasi teknologi, kebebasan memutuskan lingkungan belajar dan menghemat biaya pengeluaran.



Reading Time:

Senin, 22 Februari 2021

Warga RT. 08 Semangat Wujudkan Program Kampung BANTAR
Februari 22, 20210 Comments

Senin, 22 Februari 2021 20:41 WIB

Nawangsih & Jihan Eliza



JAMBI – Dalam mewujudkan program kampung BANTAR, warga RT. 08 Kel. Beliung Kec. Alam Barajo Kota Jambi beramai-ramai bergotong royong menyulap lingkungan sekitar rumah mereka menjadi lingkungan yang lebih tertata, indah, serta terlihat unik. Untuk mewujudkannya warga membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan pengerjaan yang dimulai dari Juli hingga Agustus 2020.


Perlu diketahui, program kampung BANTAR merupakan salah satu program inisiatif Pemerintah Kota Jambi yaitu ‘Jambi Bangkit Berdaya’ yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat lingkup RT yang berwawasan lingkungan bersih dan sehat, serta menjaga semangat jiwa gotong royong. Merujuk dari program dengan nama BANTAR ini, terdapat tiga indikator penting yang selaras dengan singkatannya yaitu Bersih, Aman dan Pintar.


Kontribusi yang dilakukan warga untuk merealisasikan tiga indikator yang sesuai dengan program Pemerintah Kota Jambi ini adalah dilakukannya gotong royong setiap minggu oleh semua kalangan usia guna merealisasikan indikator Bersih, menjadwalkan kegiatan siskamling yang dilakukan setiap malam guna  merealisasikan indikator Aman, serta guna merealisasikan indikator Pintar warga memanfaatkan lingkungan sekitar membuat taman baca.


Menurut penuturan Gita, salah satu warga RT.08 yang unik dari kampung ini adalah seluruh warga dari semua kalangan usia ikut berkontribusi mewujudkan program pemerintah ini dengan merealisasikan tiga indikator penting dari kampung BANTAR itu sendiri yaitu Bersih, Aman dan Pintar.


“Dalam segi kebersihan, setiap minggu diadakannya gotong royong oleh kalangan bapak-bapak untuk menata dan membersihkan lingkungan sekitar. Tidak hanya bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda pemudi juga ikut andil. Kalau untuk keamanan, Alhamdulillah kampung kita setiap malam mengadakan kegiatan siskamling terjadwal. Dan untuk indikator Pintar, ini bisa dibilang unik karena baik pemuda pemudi maupun ibu-ibu bekerjasama membuat taman baca yang buku nya dikumpulkan dan disusun oleh warga sekitar dan tabulampot yang dikelola oleh ibu-ibu di RT ini,” ungkap Gita.


Adanya program kampung BANTAR ini ialah dalam rangka mewujudkan smart city di Kota Jambi, dengan didukung oleh Peraturan Walikota Jambi Nomor 47 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kampung BANTAR.


Kegiatan ini mampu menghemat anggaran pembangunan pemerintah daerah. Melalui program ini, dalam 1 tahun Pemerintah Kota Jambi hanya mengeluarkan dana sebesar 7,5 miliar untuk membangun jalan-jalan lingkungan di kawasan RT.


Dikutip dari laman sindonews.com, Walikota Jambi H. Syarif Fasha menjelaskan, selain mampu menjadi solusi atas keterbatasan anggaran di daerah, inovasi Bangkit Berdaya adalah keinginan yang kuat dari dirinya untuk kembali menggairahkan semangat dan nilai luhur bangsa Indonesia sejak dahulu, yaitu semangat gotong royong yang cenderung memudar di tengah masyarakat perkotaan.


“Bangkit Berdaya adalah sebuah inovasi dan gagasan yang saya buat sebagai solusi menyiasati kondisi keuangan/anggaran Pemkot yang sangat minim, serta pengamatan saya, rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan masing-masing sangat kurang. Selain itu kegiatan gotong royong di Kota Jambi juga sudah menjadi barang mahal karena budaya tersebut sudah hampir hilang,” ujar Fasha.


Pemenang kompetisi Kampung BANTAR mendapatkan hadiah berupa piagam, tropi dan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 untuk RT yang terdiri atas 100 kepala keluarga, Rp. 7.500.000 untuk RT dengan skala 50-99 kepala keluarga, dan Rp. 5.000.000 untuk RT dalam skala kecil yang terdiri atas 50 kepala keluarga kebawah.  

---

Name: Nawangsih
Student ID: A1B218071
Writing Partner: Jihan Eliza (A1B218064)
Entrepreneurship Project in Creative Writing




Reading Time:

Minggu, 14 Februari 2021

Discuss With Me: What If Digital Games are Included in the Curriculum?
Februari 14, 20210 Comments

 Name: Nawangsih

Class: R-003

Student Number: A1B218071

Entrepreneurship Project in Creative Writing


What if digital games are included in the education curriculum?




            Talking about games, as you know, games are one of the things that develop as time goes gets more complicated and becomes more fun for some people. The games are indiscriminate. Boy or girl, rich or poor can play games as much as they want. So that’s why many people are addicted to playing games, especially games online. Briefly, games become one of the important elements in entertainment. And what if the games are included in the education curriculum?


            In nowadays, there are many types of games that are combined into learning activities for schools. It can be said that incorporating games into the school and classroom environment is no longer taboo. Due to the increasingly digital development of the era, games have also spread rapidly online, known as online games. Online games were also recognized and classified by the former Minister of Youth and Sports, Imam Nahrawi, during his tenure as eSport (electronic sport) into the educational curriculum. And this policy was continued by the current Minister of Youth and Sports, Zainudin Amali. Of course, games have positive benefits, especially in the pandemic period. Games can be used as an activity that can be done to fill spare time. However, to be officially included in the educational curriculum does not feel quite right.          


If it happens, in my opinion, it is likely to shift the priority of regular subjects. Students will be more attracted to the game. When it is prohibited there are still many students who play games even less if it is facilitated or included in the education curriculum. And as I said before, the games are always developed, then the school tuitions may increase and parents must facilitate their children so they are not left behind.


            I think it is fair to say, I do not fully agree if digital games are included in the curriculum because it is better to focus or improve the existing curriculum, in my opinion. If it must include in the curriculum, it is enough used as extracurricular only.

Reading Time:

Minggu, 07 Februari 2021

Story of My Life: Learning English
Februari 07, 20210 Comments

 Name: Nawangsih

Student ID: A1B218071

Course: Entrepreneurship Project in Creative Writing

My Experience Learning English


Some people believe that learning a foreign language other than a mother tongue is something that must be occupied. I will stand up earnestly and say that I agree with their opinions. I think it would be good if everyone was interested in learning a foreign language which could then be used as a second language. But of course, learning a foreign language for a second language requires a process that is not short. I believe that the process is a guarantor of how valuable the experience will be.

Talk about foreign languages ​​and second languages, if you ask what language do I learn other than my mother tongue? Then my answer is English. So it can be said that English is a foreign language which is my second language. Learning English while in junior high school was my first experience in learning a second language. The first thing that I realized when learning a second language was that learning another language other than my mother tongue was not easy. I remember that I was open-mouthed when I heard my English teacher spoke and explained the materials in English. I'm open-mouthed not because of expressing that ‘Ah... I got the point’ but it’s because I don't understand what my teacher said so I'm unconsciously open-mouthed. If I remember that I would think that's quite funny and embarrassing at the same time. However, it did not take a long time for me to admit that I overly loved to learn English.

            There are many reasons why I learn English. The main reason is that I loved and interested in learning English as a second language. I think if someone loves something, they will try hard to be able to successfully achieve what they love. Therefore, I tried hard to learn English because I want to succeed in achieving what I love. Being a master in English also provides benefits which in my opinion are very useful for everyday life even for my future. English is an international language and considered the most important language in the world. English makes everything easy for me such as to find information and knowledge for my academic and even entertainment aspect for my daily life. Last but not least, learning English is fun and gives me satisfaction. So there is no doubt for me to learn English.

Learning something new certainly makes us sense new experiences too. So did I when I learned English for the first time. For the first time, I learned English when I was in junior high school which is because English is a subject that must be learned. Unfortunately, when I was in junior high school I was very aware that my ability to understand and use English was very lacking. One day my English teacher asked "Did you understand what I said?" and I, who was trying to understand the material answered with the unsure expression "Hm... yes, Sir". My unsure expression made me be laughed at by my classmates. It made me sad. I also want to understand but I can't. I almost gave up learning English at that time. Day by day until I became a fresh student of senior high school, I realized that it might be true that as we grow older, the stronger we desire to achieve our dreams. In high school, I tried hard not to give up learning English. And my English teacher supports me. She encouraged me to be confident and not give up. I remember when she smiled when I showed a news report video in front of the class and she said my video was the best among my classmates. How happy I am to hear that. Learning English makes me realize that I got so many experiences.

Learning a new language is never easy. Therefore, everyone must have the best strategy used to learn languages. My best strategy in learning English is to believe in myself. Convince me that one day I will be able to master every skill in English. The trick is to develop various other learning strategies such as determining study plans, setting learning targets, self-motivation, etc. In my opinion, although the environment and the people around us support us, we are not confident, it will certainly be difficult to enable an increase in learning. I always say to myself, if others can do it, then I can do it as well. Those are my motivational words. But behind my self-confidence, I always try not to give up and overcome my weaknesses. To be honest, from every skill in English I feel I am not good at speaking skills. So I try to practice speaking in English as often as possible. Spending and managing time is an important point so that the strategies that I have been set can be implemented properly. In the end, how valuable the experience you get is you determine it by yourself. And for me learning English is a valuable experience.

Reading Time:

Minggu, 08 November 2020

Cerita Pendek: "The Perfect Life"
November 08, 20200 Comments

 


Hellooo everyone!

Nice to see you again in "It's Story Time!" update. In this update I will share a short story that I wrote entitled 'The Perfect Life'. And I'll share it in two versions, the English version and the Indonesian version. Enjoy your reading time!


The Perfect Life

English version


In a beautiful and shady forest, live various kinds of animals. There is a rabbit who always plays cheerfully around the forest with the deer, his friend. There is an elephant who always looks engrossed in playing and drinking river water through his long trunks. There is a monkey who likes to play from the tree branch where he lives to the other tree branches. There is the lion the king of the jungle who take care of the other animals and also the forest they live in. They all live friendly in the forest. The forest where they live is close to a beautiful and beautiful village too.


One sunny morning. As they prepare to play in the forest, the rabbit sees a large tall tree in the forest being cut by one of the villagers. The rabbit was shocked and immediately told his other friends. The lion did not accept the forest he guarded was destroyed by humans. "Let's go there now!" said the lion. They hurried to the place where the trees were cut. How surprised they turned out that many trees had been cut down. They want to fight but the villagers gather too much there. They were afraid to go there, instead, they were killed as a dinner for the villagers.


"It's too crowded here, let's just go back now". The lion invited his friends back sadly. The other animals sadly followed. During the trip, they were silent and only thought of their place of residence that would be damaged by the villagers. After arriving at the place they used to sleep and play. The elephant voiced "What should we do now?" his face looks sad. "Will we not have a place to live anymore?" said the deer. Nobody answered. They all fell silent and sad thinking about how their lives will be.


Day by day, the trees in the forest are getting fewer. Residents only cut down and never plant trees again. The animals in the forest find it increasingly difficult to survive.


At night, suddenly there was very heavy rain. The rain continued until the next day. Residents and animals in the forest are worried. If it continues like this, floods might occur. In the end what they were worried about happened. All the houses were flooded. Likewise, the forest in which animals live is also flooded because of the lack of trees that function to absorb water.


The animals were carried by the flood current to the villagers' homes. Eventually, they were forced to stay there to protect themselves from the torrential flood currents. But the presence of animals in the homes of villagers frightened the children of the villagers. The villagers also could not bear to drive away from the animals when the flood current was swift.


In the end, one of the villagers who felled the tree realized that the presence of the animals in the village was due to their act of cutting trees in the forest. Though forests need trees so that animals can live happily there. The next day, the flood had begun to shrink. The woodcutter invited other villagers to plant trees back together in the forest.


Now, animals are back to living happily in the forest because their home has returned ...

Indonesian version


Di suatu hutan yang indah dan rindang, hiduplah berbagai macam jenis hewan. Ada kelinci yang selalu bermain dengan riang mengelilingi hutan bersama dengan temannya si kancil. Ada gajah yang selalu terlihat asyik bermain dan meminum air sungai melalui belalainya yang panjang. Ada monyet yang senang bermain dari ranting pohon tempat dia tinggal ke ranting pohon yang lainnya. Ada singa si raja hutan yang menjaga hewan-hewan lainnya dan juga hutan yang mereka tinggali. Mereka semua hidup bersahabat didalam hutan. Hutan tempat mereka tinggal dekat dengan desa yang indah dan asri pula.


Suatu ketika di pagi yang cerah. Di saat mereka bersiap untuk bermain dihutan, si kelinci melihat pohon tinggi yang besar di dalam hutan sedang di potong oleh salah satu penduduk desa. Si kelinci terkejut dan langsung memberitahu teman-temannya yang lain. Si singa tidak terima hutan yang dijaga nya dirusak oleh manusia. “Ayo kita kesana sekarang!” kata si singa. Mereka bergegas ke tempat pohon-pohon itu ditebang. Alangkah terkejutnya mereka ternyata sudah banyak pohon yang ditebang. Mereka ingin melawan namun penduduk desa terlalu banyak berkumpul disana. Mereka takut jika kesana, malah mereka yang dibunuh sebagai santapan makan malam para penduduk desa.


“Terlalu ramai disini, ayo kita kembali saja sekarang”. Si singa mengajak teman-temannya kembali dengan sedih. Hewan-hewan yang lain pun dengan sedih mengikuti. Selama perjalanan mereka terdiam dan hanya memikirkan tempat tinggal mereka yang akan dirusak oleh penduduk desa. Setelah sampai ditempat mereka biasa tidur dan bermain. Si gajah bersuara “Apa yang harus kita lakukan sekarang?” raut wajahnya terlihat sedih. “Apakah kita tidak akan punya tempat tinggal lagi?” kata si kancil. Tidak ada satupun yang menjawab. Mereka semua terdiam ketakutan dan sedih memikirkan bagaimana kehidupan mereka nanti.


Hari berganti hari, pohon-pohon dihutan semakin sedikit. Para penduduk hanya menebang dan tidak pernah menanam pohon kembali. Para hewan didalam hutan semakin sulit bertahan hidup.


Saat malam hari, tiba-tiba saja terjadi hujan yang sangat lebat. Hujan tersebut terus bertahan sampai keesokan harinya. Para penduduk maupun para hewan didalam hutan khawatir. Jika seperti ini terus bisa-bisa terjadi banjir. Pada akhirnya apa yang mereka khawatirkan terjadi. Semua rumah-rumah penduduk terendam oleh banjir. Begitu pula hutan tempat para hewan tinggal juga terendam oleh banjir karna sedikitnya pohon yang berfungsi menyerap air.


Para hewan terbawa arus banjir hingga ke rumah penduduk desa. Akhirnya mereka terpaksa berdiam disana untuk berlindung dari arus banjir yang deras. Namun keberadaan para hewan di rumah penduduk desa banyak membuat anak-anak penduduk desa ketakutan. Para penduduk desa juga tidak tega untuk mengusir para hewan disaat arus banjir sedang deras.


Pada akhirnya salah satu penduduk yang menebang pohon menyadari bahwa kehadiran para hewan ke desa adalah karena ulah mereka sendiri yang memotong pohon-pohon di dalam hutan. Padahal hutan memerlukan pohon agar para hewan bisa hidup dengan bahagia disana. Keesokan harinya, banjir sudah mulai menyusut. Si penebang pohon tersebut mengajak penduduk desa yang lain agar bersama-sama menanam pohon kembali di hutan.


Sekarang, hewan-hewan kembali hidup bahagia di dalam hutan karena tempat tinggal mereka telah kembali…


❤❤❤


Reading Time:
FIND ME ON KOMPASIANA
November 08, 20200 Comments

 



My personal blog in Kompasiana.com: Click here (you can visit me by clicking this link or find me by search my account = @naawangsh)

Hello everyone! 

I started to write on Kompasiana. So far, I've written some articles, that are:

1. Perlukah Kebijakan Social Distancing?

https://www.kompasiana.com/naawangsh/5fa785d2d541df0bb7640d84/perlukah-kebijakan-social-distancing

2. Online Learning or Face to Face Learning?

https://www.kompasiana.com/naawangsh/5fa78bd1d541df46da00a4c2/online-learning-or-face-to-face-learning


Thank you and see you on other updates in my blog

Have a nice day and stay safe!

Reading Time:

Sabtu, 07 November 2020

Discuss With Me: An Ideal Teacher
November 07, 20200 Comments

 


An Ideal Teacher in My Opinion

            Teachers have an important role in education. Not only teaching, but a teacher must also be able to educate his students to be better, especially in terms of attitude. To be able to teach and educate students it will be better if the teacher first takes a significant approach to students so that students can be excited in the learning process. Because based on my personal experience, I interest in a subject is because the teacher of that subject can attract my attention. More clearly, the teacher has the criteria for the ideal teacher in my opinion. However, of course, every student has different views regarding the criteria for an ideal teacher.


I have several criteria for the ideal teacher. The first is a teacher who has a sense of humor. The point is that in the teaching and learning process the teacher can create a friendly classroom situation by inserting light jokes when explaining a material. I think this can make students feel close to the teacher so that later they will not hesitate to ask questions or express opinions.


The second is coherent in explaining. I think every student agrees that ideally, teachers should have criteria like this. Sometimes the beginning of cases where students are bored learning in class is because the teacher who teaches is too convoluted in explaining the material. For this reason, the teacher with the ability to explain the material well will get a good impression from the students because they do not feel in vain listening to it for a long time but do not catch the material being taught.


               The third is not comparing students. No one student in this world who wants to be compared with other students. Sometimes teachers think that comparing is an instant way to motivate students to change. It is a big mistake. The teacher should have understood that students have different personalities and strategies in learning. Some students are normal, slow, and fast learning. It is the teacher's job to help students 'learning problems instead of reducing their students' motivation to learn.


The fourth is a teacher who can be a role model for the students. In this case, it means that the teacher has successfully stolen the student’s heart. But it doesn’t mean that students want to become teachers too. It could be that students want to follow the spirit, behavior, or achievements of the teacher. If there is a teacher that I consider as a role model, it means I really like him/her from any aspect.


Even though I have the criteria for an ideal teacher, that doesn't mean I don't respect teachers who don't fit into the criteria for an ideal teacher in my opinion. The duties and services of teachers are very noble, we must thank the teachers for the knowledge they provide.

Reading Time:

Kamis, 05 November 2020

Creative Writing Mid Test: Kumpulan Sajak Coretan Pena
November 05, 20200 Comments

Nama: Nawangsih

NIM: A1B218071

CREATIVE WRITING MID TEST

Alamat Blog Kompasiana.com : Klik disini (username: naawangsh)


PUISI

    Menurut Waluyo (2002:25) : "Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya".
    Dibawah ini adalah lima karya puisi ciptaan saya dengan topik yang berbeda-beda.

1. Topik Cinta

Narasiku Untukmu

Kepadamu sang pemilik hati,

Dengarkanlah bisikku yang lara

‘Kan kubagikan rahasia hati

Tentang aku yang derana

Menyebutmu sebagai pengisi relung hati

 

Kepadamu sang gelora hati,

Tak terhitung gejolak rindu kurasakan

T’lah kularang sendu menghampiri

Karena rasa ini

Bukanlah sebuah kekalahan

 

Kepadamu sang pencuri hati,

Aku hendak merakit kisah ini

Tapi naif merundung anganku

‘Ku percaya sang waktu  yang ‘kan menuliskan

Kisah yang tak pernah usai walau tanpa dimulai

 

Kepadamu sang risalah hati,

Jikalau bukan aku yang ‘kan menggenggam tanganmu

Berbahagialah atas pilihanmu

Rasa ini tak ‘kan pernah menerbitkan secercah penyesalan

Karena hadirmu bukanlah setetes kesia-siaan


2. Topik Alam

Rinduku Kepada Rintik Malam

Malam ini rintik hujan menyapa

Semilir angin pun ikut menemani

‘Ku pandangi jendela yang berembun

Terpatri jelas hangat sapanya

Membuatku ingin merengkuhnya

 

Adalah hujan yang rintiknya menenangkan

Kehadirannya selalu kutunggu

Kepergiannya tak kuinginkan

Di kegelapan malam ini

‘Kan kuizinkan dia jadi sang belenggu

 

Dingin darinya adalah hangatku

Rintik darinya adalah canduku

Menenangkan relung kalbu

Di keheningan malam ini

‘Kan kudengarkan senandung merdu

 

Adalah aku yang merindukan hujan

Rintiknya semerdu alunan

Membawa rasa pada kenangan

Di keindahan malam ini

‘Ku ingin hujan ‘kan tetap menemani

Karena rinduku tiada henti bersemi


3. Topik Orangtua

Kasihmu

Ibu,

Aku tumbuh dalam dekapanmu

Merasakan hangatnya belaianmu

Apalah arti hidupku tanpamu

Mungkin aku akan jadi sang kelabu

 

Ibu,

Hidupku beriring dengan langkahmu

Berjalan tapak setapak seakan menggebu

Tak peduli hingar bingar mengganggu

Karena doa mu kuyakin aku ‘kan mampu

 

Ibu,

Tiada tara cintamu

Dirimu laksana surgaku

Jika takdir merestui pintaku

Ku mau ‘kan terus menemukanmu

 

Engkaulah ibuku,

Walau sejuta terima kasih kuucapkan

Tak ‘kan sebanding dengan muliamu

Meski kubawa seribu bintang kehadapanmu

Tak ‘kan mampu mengalahkan binar kasihmu


4. Topik Motivasi

Dewasa

Kadang aku rindu masa kecil

Dimana tangisku segera reda

Hanya karena diberi sebuah permen

 

Kadang aku rindu masa kecil

Dimana aku bisa berlarian bebas

Tanpa takut jatuh untuk kesekian kali

 

Kadang aku rindu masa kecil

Dimana kekhawatiran terbesarku

Hanyalah bagaimana menjelaskan hilangnya pensil warnaku

 

Kini aku t’lah dewasa

Sadarku bahwa semua tak ‘kan lagi sama

Siap tidak siap aku harus menerima

 

Tumbuh dewasa bukan kesalahan

Jangan takut untuk jatuh

Jangan menyerah untuk bangkit

 

Hidup adalah tantangan

Menang atau kalah

Akulah yang menentukan

 

Renungi…

Yakini…

Aku pasti bisa melewati


5. Topik Pendidikan dan Guru

Sang Pelita

Guruku,

Tanpa mengenal lelah

Kau isi duniaku yang kosong

Kau tuntun aku selangkah demi selangkah

 

Wahai guruku,

Ku genggam sebongkah ilmu yang kau beri

Ilmu yang bermakna dan berseri

Untuk bekalku nanti

 

Engkaulah guruku,

Sungguh mulia dirimu

Sang pahlawan tanpa tanda jasa

Sang penerang jalanku yang kelam

 

Hadirmu adalah segalanya

Tanpa engkau

Bagaimana aku ‘kan memahami dunia?

Bagaimana aku ‘kan menggapai asa ku?

 

Oh guruku

Terima kasih atas jasamu

Doaku selalu menyertaimu

Sang pelita duniaku

Reading Time:

Sabtu, 24 Oktober 2020

Saksikan Bersama Debat Publik Pertama Pemilihan Gubernur Jambi 2020, Pandemi Covid-19 Jadi Perhatian
Oktober 24, 20200 Comments

Sabtu, 24 Oktober 2020 16:52 WIB

Nawangsih


JAMBI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi menyatakan pengadaan tahapan pertama debat publik antar calon gubernur Jambi akan diadakan pada 24 Oktober 2020. Tahapan pertama debat publik ini akan dilaksanakan di Swiss-Belhotel Jambi dan akan disiarkan secara langsung di TVRI Jambi, JEK TV, dan Jambi TV pada pukul 19.30 WIB s/d Selesai.


Perlu diketahui bahwa pada Pilkada Serentak Provinsi Jambi tahun 2020 ada tiga tahapan debat yang akan dilaksanakan. Debat tahap pertama untuk calon gubernur Jambi yang mana akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2020.


Dilanjutkan debat tahap kedua yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 21 November 2020 untuk calon wakil gubernur Jambi.


Dan debat tahap ketiga dijadwalkan akan dilaksanakan pada 5 Desember 2020 yang mana merupakan tahapan terakhir debat publik untuk pasangan calon, gubernur dan wakil gubernur Jambi.


Pada tahapan pertama debat publik ini, ada dua tema yang perlu disimak, yaitu 1) Menggali potensi Daerah Jambi untuk mewujudkan kesejahteraan menuju masyarakat mandiri, dan 2) Membangun partisipasi dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat guna menyelesaikan persoalan daerah.


Mengingat pelaksanaannya akan di gelar di tengah pandemi Covid-19, KPU Provinsi Jambi menegaskan untuk membatasi jumlah orang yang boleh menghadiri debat publik. Tim kampanye Paslon (pasangan calon) yang diperbolehkan hadir dalam debat publik tersebut hanya sebanyak 4 orang saja.


Dilansir dari laman jambiekspres.co.id, Komisioner KPU Provinsi Jambi, Aprizal mengatakan bahwa pembatasan jumlah orang tersebut tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19.


Nina Sopia, selaku staf KPU dan panitia pada tahapan pertama debat publik antar calon gubernur Jambi menambahkan memang benar akan ada pembatasan jumlah orang yang boleh berada didalam ruang debat. Pembatasan itu tidak hanya untuk Tim Paslon namun juga untuk pihak KPU.


“Benar bahwa akan ada pembatasan, hal itu sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Dari pihak KPU sendiri hanya akan ada 5-7 orang yang berada didalam ruang debat. Selanjutnya akan ada 2 orang dari Bawaslu.” bebernya.


Pilkada Serentak tahun 2020 ini diagendakan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 yang sebelumnya diagendakan akan dilaksanakan pada 23 September namun ditunda karena penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.


KPU saat ini telah memastikan tahapan pemilihan Pilkada Serentak 2020 memenuhi standar protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19.


“Untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tanggal 9 Desember nanti, KPU akan menyediakan perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan lainnya jika penyebaran Covid-19 masih meluas. Hal ini dilakukan karena kami bekerja bersama masyarakat maka dari itu kami harus memperhatikan resiko penularan Covid-19.” ungkap Nina.


Adapun daerah Jambi yang akan melaksanakan Pilkada tahun 2020 adalah 4 kabupaten; Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Batanghari, dan Bungo. Kemudian 1 kota yakni Kota Sungai Penuh serta pemilihan gubernur Jambi.

---

Nama: Nawangsih

NIM: A1B218071

Tugas 5 Creative Writing Practice


Reading Time:

Sabtu, 17 Oktober 2020

Review Buku Non-Fiksi : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Oktober 17, 20200 Comments

Name : Nawangsih

Student Number : A1B218071

Tugas 4 Creative Writing Practice


IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Judul Asli : The Subtle Art of Not Giving a Fuck)

Penulis : Mark Manson

Kategori : Self Improvement/Self Motivation

Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia

Penerbit Asli : HarperOne – New York

Cetakan : XII/Oktober 2018

Jumlah Halaman : 246

ISBN : 978-602-452-698-6

THE REASON I READ

            Jika ditanya apa hobi saya saat ini, maka saya akan menjawab salah satunya adalah membaca. Bagi saya membaca lebih menarik daripada melihat langsung suatu kejadian karena saya bisa bebas berimajinasi. Ya, imajinasi. Dari sini terlihat jelas kan bahwa saya lebih menyukai membaca buku fiksi yang lebih bermain pada imajinasi. Sejauh ini, buku karya Mark Manson ini adalah buku non-fiksi pertama yang saya tamatkan membacanya. Well, alasan saya membaca buku ini adalah karena saya sangat penasaran buku ini selalu nangkring di barisan buku Best Seller padahal saya sudah 4 kali bolak-balik Gramedia dalam kurun waktu 3 bulan. Saya pikir, “Keren banget nih buku bisa bertahan selama ini”. Tapi saya tidak membelinya karena kebetulan teman yang saya ajak ke Gramedia, punya buku ini. Jadinya, saya pinjam punya dia aja deh. Lumayan kan menghemat uang jajan. Heheh.

BLURB

THE REVIEW

            “It’s okay not to be okay” mungkin frasa inilah yang tepat untuk menyimpulkan isi dari buku dengan kategori self-improvement ini menurut saya pribadi. Dalam hidup ini, adakalanya pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang lebih baik adalah dengan cara berhenti memaksakan diri untuk menjadi sempurna disetiap saat karena jika terlalu memaksa kemudian gagal, kegagalan itu akan menghantui kita setiap saat dan akhirnya akan menjadi beban yang mengancam diri kita sendiri. Adakala nya pula bersikap ‘bodo amat’ malah merupakan aksi bahwa kita menyayangi diri kita. Bersikap ‘bodo amat’ bukan berarti bersikap acuh tak acuh pada segala hal. Mengapa? Logika nya setiap orang pasti punya rasa kepedulian karena itu adalah sifat alamiah manusia, buku ini menegaskan bahwa kita cukuplah untuk peduli pada hal yang kita rasa penting saja. Jangan menambahkan beban pikiran mengurusi hal-hal yang bukan kepentingan kita.

“Kunci untuk kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal; tapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar dan mendesak dan penting.”

         Buku ini menyampaikan fakta-fakta pahit kehidupan dengan cara yang elegan. Seperti misalnya, setiap saat kita memimpikan sesuatu itu menunjukkan bahwa sebenarnya realitas bawah sadar kita sedang menguatkan karena kita bukan itu. Cukup pahit kan? Tapi itulah kenyataannya. Dengan gaya penulisannya yang humoris dan gaul setidaknya dapat mengurangi perasaan kita meratapi nasib bahwa 80% yang dituliskan penulis adalah kebenarannya. Manson juga menuliskan ilustrasi yang bisa membuat kita lebih mudah mengerti pada gagasan yang ingin disampaikannya. Tidak heran buku aslinya mendapatkan tempat sebagai buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail.

          Walau isi buku ini mendapat perhatian lebih dari saya, namun saya merasa agak sedikit kaku dengan bahasa terjemahannya mengingat buku ini merupakan buku yang aslinya terbit pertama kali di New York.

     Overall, saya merekomendasikan buku ini bagi anda yang membutuhkan dorongan self improvement. Jangan terpaku pada sesuatu yang tidak pasti ataupun tidak penting. Berusahalah untuk hidup realistis.

RATING



Reading Time:

Jumat, 16 Oktober 2020

Review Buku Fiksi : "Bumi" Cerita Fiksi Dunia Paralel yang Menakjubkan
Oktober 16, 20200 Comments

 Name : Nawangsih

Student Number : A1B218071

Tugas 4 Creative Writing Practice


Hai, sobat literasi di seluruh duniaaa…

Dalam update-an kali ini saya akan membagikan review buku fiksi favorite saya sejauh ini. Cover bukunya cukup menarik. Apakah menurut kalian isi bukunya menarik juga? Yuk dibaca!

IDENTITAS BUKU

Judul : Bumi

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Genre : Fantasi, Teenlit, Fiksi Ilmiah

Terbit : Januari 2014

ISBN : 9786020332956

Jumlah Halaman : 440 Halaman

Bahasa : Indonesia

Rating : 4.5/5 ⭐

BLURB


THE REASON I READ


Bisa dibilang aktivitas saya selama masa pandemi COVID-19 ini hanya makan-rebahan-ngedrakor –scroll sosmed-rebahan lagi, lagi dan lagi. Akhirnya saya bosan sendiri dengan aktivitas saya yang tidak berfaedah. Bingung harus ngapain lagi. Hingga suatu hari saat sedang scroll Twitter saya melihat salah satu Tweet yang membuat saya memutuskan melakukan hal yang sedikit berbeda . Yap, membaca novel bertema fantasi karena saya biasanya membaca novel dengan kisah romance yang gemesin. Berawal dari Tweet di salah satu base tentang pendapat orang-orang setelah membaca novel ini, yang di reply oleh lebih dari 200 akun dengan respon yang membuat saya penasaran sebagus apasih ceritanya? Dan kebetulan juga saya menyukai genre fiksi seperti ini, apalagi novel ini ditulis oleh penulis ternama Indonesia, Tere Liye. Akhirnya keesokan harinya dengan membawa uang yang pas-pasan saya nekat mendatangi Gramedia untuk membeli buku ini agar dapat segera membacanya. Haha.

CHARACTER

            Raib, gadis remaja berusia 15 tahun yang sedang duduk dibangku kelas 1 SMP. Dia berambut panjang, hitam dan lurus. Dia suka membaca dan sangat menyayangi kedua kucingnya, si Putih dan si Hitam. Raib bukanlah anak yang sangat pintar ataupun populer disekolahnya, nilainya rata-rata dan bahkan dia hanya mengenal teman-teman sekelasnya. Tetapi dia punya rahasia yang bahkan orang tua nya sendiri tidak mengetahuinya. Rahasianya adalah bahwa ia memiliki kekuatan untuk menghilang, menakjubkan bukan? Dia menyadarinya saat berusia 2 tahun. Tidak ada yang tahu tentang itu, hingga suatu ketika Ali, teman satu kelasnya berhasil mengetahuinya. Seli, sahabat Raib akhirnya juga ikut mengetahui rahasia Raib atau Raib yang akhirnya malah mengetahui rahasia Seli?

            Seli adalah sahabat Raib. Dia gadis ceria dengan potongan rambut sebahu. Sama seperti Raib yang memiliki kekuatan menakjubkan, Seli juga memilikinya. Dia bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya.

            Ada pula Ali, teman sekelas Raib dan Seli yang selalu membuat guru jengkel. Walau terkenal suka mencari masalah, Ali sebenarnya adalah anak yang jenius bahkan jika orangtua nya mengizinkan, dia bisa saja lulus seleksi untuk mendapatkan gelar professor di usianya yang masih remaja. Kalau kata Raib, Ali mempunyai pikiran dua langkah lebih maju dari remaja seumuran mereka. Berkat Ali pula, mereka mengetahui fakta bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat.

MY IMPRESSION

            BUMI. Novel karya Tere Liye ini mengisahkan petualangan hebat Raib, Seli, dan juga Ali di dunia yang tak pernah mereka dengar atau ketahui sama sekali. Diusia mereka yang masih remaja, mereka harus dihadapkan dengan fakta bahwa ada kehidupan lain selain di dunia mereka, Bumi. Novel ini menceritakan bahwasanya ada empat dunia yang saling bergerak pada porosnya masing-masing. Keempat dunia itu disebut Klan Bulan, Klan Matahari, Klan Bintang, dan juga Klan Bumi yaitu tempat tinggal Raib, Seli dan Ali. Raib yang tanpa disangka berasal dari Klan Bulan dan merupakan keturunan terhormat, harus berhadapan dengan Tamus, sosok tinggi kurus yang menginginkan sesuatu yang hanya dimiliki oleh Raib. Raib pun harus berpetualang menyelamatkan Klan nya yang ingin dikuasai oleh Tamus bersama Seli yang ternyata berasal dari Klan Matahari. Oh tentu saja bersama Ali, si manusia jenius dari Klan Bumi.

            See? Dari penggalan ceritanya saja saya sudah dapat merasakan bahwa novel ini adalah masterpiece. Setelah membacanya pun semakin bertambah rasa kekagumaman saya akan imajinasi luar biasa sang penulis. Dengan cerita yang lumayan membuat otak saya berpikir keras agar berusaha menyamai imajinasi sang penulis, saya sangat yakin bahwa novel ini adalah cerita fiksi sebenarnya yang Anda cari. Novel ini adalah paket komplit. Ada aksi, fiksi ilmiah yang luar biasa, kekeluargaan, persahabatan, bahkan kemisteriusan yang dibalut dengan apik. Tidak heran bahwa novel ini telah dicetak sebanyak 25 kali dan selalu nangkring dibarisan buku Best Seller. Wow!

            Selama membaca novel ini saya merasa ikut berpetualang dengan mereka. Mulai dari khawatir dikarenakan tiba-tiba terjebak dan tidak tahu bagaimana cara kembali ke dunia sendiri hingga gregetan ingin ikut melawan pasukan Tamus yang jahat. Chapter terfavorit saya adalah ketika mereka mengetahui fakta bahwa Seli berasal dari Klan Matahari saat Tamus dan pasukannya telah bergerak ingin menghancurkan Kota Tishri sehingga akhirnya Seli ikut membantu Raib menyelamatkan Klan nya. Percayalah, saya merinding membacanya.

            Walau novel ini telah sesuai dengan ekspektasi saya, dibeberapa chapter awal saya merasa sedikit bosan karena memang masih perkenalan karakter dan latar belakang cerita. Namun ketika konflik telah muncul, saya jadi lupa waktu karena kelanjutannya sangat menarik!

WHAT I LEARN

            Dari novel ini, saya jadi termotivasi untuk terus berjuang, mencoba untuk memaknai arti persahabatan dan menyadari bahwa apa yang terlihat, boleh jadi tidak sesederhana yang kita lihat.

FAVORITE QUOTES


Terima kasih sudah membaca review ini. Semoga review ini bisa membantu meyakinkan kalian yang masih ragu untuk membaca novel ini 😉

See you !


Reading Time:

@way2themes